
Setiap hari, belajar, belajar, dan terus saja belajar yang ia lakukan. Ia selalu memperhatikan setiap materi yang diberikan oleh guru dengan sungguh-sungguh. Hmmm… tapi mengapa peringkatnya selalu rendah dibandingkan teman-temannya yang tidak belajar? Apa karena IQ mereka lebih tinggi? Tapi bagaimana kalau tidak? Atau ada mbah dukun yang bantuin? Enggak lah yaw,,, secara, jaman udah maju gini, kok… lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Ini fakta, realita dalam kehidupan seorang pelajar. Budaya nyo N tek ini semakin mewabah dikalangan pelajar. Bahkan semua kalangan kini membudayakan hal tersebut. Zaman sekarang ini, apa sih yang enggak? Semua tuh dilakukan demi sebuah ambisi. Apa itu yang dinamakan keadilan?
Lalu bagaimana???
Di masa-masa remaja yang rentan akan pengaruh negatif, virus nyontek lebih mudah tertular. Maka dari itu, minum obat anti Nyo ‘n tek dulu. Pertama, niat dulu, dan seharusnya kita sadar, budaya menyontek adalah budaya yang tidak baik, sebab kalau terbilang ‘pandai’, apalah gunanya kalau tidak mengerti? Bukannya itu juga mengambil hak orang lain? Sebenarnya kita bisa, kok membatasi diri agar tidak menyontek. Kedua, makan obatnya dengan cara belajar dan terus belajar. Ketiga, kita harus jujur nih, dalam mengerjakan tes. Nah, dengan itu, bukankah kalian dapat lega, mengetahui batas kemampuan kalian sendiri?

“Aduh, kenapa harus diberantas? Ntar nilaiku jelek, donk…”
OMG, kita ini kan anak-anak sekolah, dan sekolah khususnya di SMP Negeri 2 Klaten tentu memiliki persaingan dalam hal nilai mata pelajaran. Kalau kita nyontek waktu ulangan ataupun ujian lainnya, bagaimana kita bias berkompetisi dan menunjukkan bahwa kita adalah anak yang terbaik?
Nilai jelek, mungkin adalah masalah besar bagi seorang pelajar, dan seharusnya ada perbaikan dengan nilai tersebut, dengan cara lebih giat belajar, mendengarkan penjelasan guru, dan masih banyak cara-cara kreatif lain yang bias ditemukan. Kita kan anak Indonesia yang kreatif dan memiliki banyak ide-ide positif. Betul?
So, ayolah kita menghindari budaya noy ‘n tek. Kita jadikan anak bangsa adalah anak-anak yang cinta kejujuran dan anti nyo ‘n tek. Capek deh, anak Indonesia kok nyontek…
Pesan : jadilah generasi muda yang jujur tanpa menyontek! Mari hapus budaya menyontek dari daftar budaya anak bangsa!!!
Oleh : Pradina Anis Siswa SMP N 2 Klaten Kelas VIIA


17.51
oke
0 komentar:
Posting Komentar